Senin, 14 Desember 2015

Hunting ke Curug Malela




Hunting Ke Curug Malela
                Pagi itu cuaca kota Cimahi sudah sedikit mendung pertanda hujan akan turun.Peristiwa itu sudah tidak aneh lagi bagi kota Cimahi,karena memang sudah seminggu terakhir ini kota Cimahi memang sering diguyur hujan.Maklum,memang saat ini memang sudah memasuki musim penghujan.jadi aku memang sudah memperkirakan bahwa hari ini akan turun hujan.
                Hari itu adalah hari Minggu tanggal 5 Desember 2015,hari yang aku sangat nanti-nantikan sejak seminggu kebelakang karena memang pada hari itu aku akan kembali mengeksplorasi keindahan alam Bandung,tepatnya di Kabupaten Bandung Barat.Tujuanku kali ini adalah suatu curug yang terletak di Kecamatan Rongga yaitu Curug Malela.Curug ini memang menjadi trending topic pada akhir-akhir ini karena memang Pemandangan alam curug ini memang sangatlah menakjubkan.Banyak orang juga menyebutnya sebagai “The Little Niagara” karena memang curug ini mirip dengan air terjun Niagara yang ada di Ontario,Kanada.Hanya saja Curug Malela ini ukurannya  lebih mini dan tidak selebar Air Terjun Niagara.
                Sebenarnya kunjunganku kali ini sudah direncanakan sejak seminggu sebelum keberangkatan ke Curug Malela.Aku berencana kesana bersama pacarku Windi lalu Nur Rahmat,Erlangga,Abdul,Iyan,Novi,dan Nursyiam.Singat cerita,hari minggu pun tiba.Rencananya kami akan berangkat pukul 07.00 pagi dari Cimahi.Tempat kami berkumpul adalah di depan sekolah kami yaitu SMK Tutwuri Handayani Cimahi.Pukul 06.40 aku dan erlangga berangkat menuju sekolah.Diperjalanan menuju sekolah aku mengisi bensin terlebih dahulu.Aku mengisi full bensin motorku.Aku mengisi bensin seharga Rp.30.000.
                Sesampainya disekolah,ternyata sudah ada Abdul disana,akupun segera menjemput Windi kerumahnya.Setelah aku menjemput windi dan kembali kesekolah,ternyata disekolah sudah ada Iyan dan Nursyiam.Tepat pukul 07.00 kami baru berkumpul 6 orang.Tinggal Nur rahmat dan Novi yang belum datang.Akhirnya pukul 07.15 Nur Rahmat dan Novi datang.Setelah kita  berdoa terlebih dahulu,kamipun langsung berangkat menuju Curug Malela.
                Rute awal kami adalah melalui Contong.Kami sengaja tidak melewati Gadobangkong-Cimareme.Karena biasanya setiap hari minggu disana selalu ada polisi yang akan mentilang pengendara yang tidak memiliki SIM.Setelah melewati Contong,Kami memasuki Batujajar.Dari Batujajar kami terus melaju ke arah Cililin.Kami menyebrangi beberapa sungai yang dibawahnya mengali sungai Citarum.Setelah melewati Batujajar kamipun mulai memasuki Cililin.
                Di Cicilin,suasananya sudah mulai sedikit pedesaan.Berbeda dengan Contong dan Batujajar Barusan.Kami terus melaju di jalan raya Cililin menuju kearah Sindang kerta.Setelah melewati Cililin,kami memasuki Sindang Kerta.Di Sindang Kerta kami melewati terminal dimana banyak bis yang berhenti disana.Setelah melewati pasar yang berada di perbatasan Sindang kerta-Gunung Halu,aku yang selalu berada di depan sebagai penunjuk jalan memberhentikan motor di WC umum karena aku ingin buang air kecil sekalian mendinginkan motor.10  menit kami berhentikamipun melanjutkan perjalanan ke arah Gunung Halu.Setelah mulai memasuki Gunung Halu,suasana sedikit mencekam.Karena selain jalan yang makin mengecil,tak jarang banyak tebing-tebing yang curam yang sewaktu-waktu bisa terjadi longsor.Selain itu kontur jalan yang banyak terdapat tikungan tajam membuat kami lebih hati-hati dalam mengendarai motor.
                Jalur Gunung Halu menuju Buni Jaya cukup panjang.Kami takjub dengan pemandangan di kanan-kiri jalan.Sangatlah indah,sulit sekali digambarkan oleh kata-kata.Setelah melewati jalan yang berkelak-kelok di Gunung Halu,kamipun mulai memasuki Buni Jaya.Di Buni Jaya udara mulai dingin serta jalan sudah mulai banyak yang tidak mulus lagi.di Buni Jaya aku lebih takjub dengan pemandangan alamnya.Walaupun jalan benar-benar makin mengecil dan mulai banyak jalan yang berlubang,berbatu dan becek,tapi pemandangan alamnya bisa disebut juara,
                Dari Bunijaya menuju Rongga dikiri-kanan pemandangan sangat indah,kami disuguhkan perkebunan teh Montaya yang memanjang disepanjang perjalanan menuju Rongga.Menuju Rongga benar-benar menguras tenaga,jalan raya benar-benar makin mengecil.Aku tidak prcaya jika itu adalah jalan utama disana.Di daerah Bunijaya juga terdapat banyak sekali pohon-pohon tinggi besar menjulang dikiri-kanan jalan menuju Rongga.
                Makin dekat dengan Rongga,jalan semakin rusak parah,aku menanyakan ke seorang ibu penjaga warung masih jauhkah Curug Malela ? ibu itu menjawab tinggal 1 jam lagi katanya.Selepas dari warung si Ibu,kami menemui satu aliran sungai yang cukup besar dan deras aliran airnya.Aku sudah mengira bahwa aliran sungai itu adalah aliran sungai Curug Malela.Kami terus mengikuti aliran sungai tersebut sampai akhirnya kami melewati Jembatan yang menyebrangi sungai tersebut.Setelah 35  menit berkendara dari warung si ibu tadi,kami kembali menemui kebun teh Montaya.Dan disana juga terpampang plang penunjuk arah menuju Curug Malela,dari plang tersebut Curug Malela hanya tinggal 5,5 Km.Setelah melewati jalan kecil kea rah Curug Malela,akhirnya kami pun sampai di suatu Gapura yang bertuliskan “Selamat datang di Curug Malela”.
                Dari Gapura,kami membeli tiket masuk ke Curug Malela.Kami membeli tiket kepada petugas Perhutani yang menjaga dan merawat Curug Malela.Harga tiket masuk hanya sebesar Rp.5000.Setelah membeli tiket,kami menanyakan seberapa jauh lagi Curug Malela? Seorang petugas memberitahu bahwa hanya tinggal 2 Km.Jalan menuju Curug Malela selepas dari Gapura benar-benar hancur dan rusak parah,banyak tanjakan disertai jalan yang berlubang dan berbatu.Selain itu hujan yang mungkin kemarin mengguyur daerah itu membuat banyak sekali jalan yang tergenang sehingga menghasilkan jalan yang berlumpur dan membuat jalan yang kami lewati menjadi sangat licin.
                Motor kami saat itu benar-benar diuji ketahanannya.Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3-4 Jam,motor kami kali ini harus menaklukan ekstrimnya jalan menuju Curug Malela dari Gapura Selamat Datang.Tak jarang pacarku windi harus turun karena aku tak sanggup mengemudikan motor jika melewati jalan menanjak sekaligus licin berlumpur.Tak jarang aku nyaris jatuh dan tergelincir saat itu.Sampai akhirnya ada dari salah satu teman kami yaitu Iyan dan Nursyiam tergelincir di jalan menurun dan licin.Untunglah tidak terjadi cedera apapun dan Motornya pun tidak Rusak.
                Setelah melewati jalan yang amaaat sangaat hancur parah sejauh2-3 Km,kami sampai di tempat yang terdapat motor terparkir disana.Ternyata itu adalah parkiran Curug Malela.Ada mungkin sekitar 10 motor disana.Mungkin karena masih jam set.12 siang para pengunjung masih sedikit.Kami pun memarkirkan motor kami masing-masing disana.Motorku pun saat akan aku kunci ganda,sangat jelas terasa aura panas dari mesin motorku.Motorku sudah sangat panas saat itu.Setelah istirahat selama 1o menit,kami melanjutkan perjalanan dengan berkalan kaki menuju Curug Malela.
                Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang cukup curam.Kami berjalan kurang lebih 1 Km menuju lokasi Curug Malela.Jalan setapak yang kami lalui sangat curam.Jalannya terus menurun.Bukan hanya itu saja,jalan yang basah akibat hujan kemarin memperparah kondisi jalan.Tak Jarang kami nyaris terpeleset dan jatuh.Perlu kehati-hatian ekstra dalam menyusuri jalan setapak ini.Setelah 15 menit berjalan,mulailah kelihatan Curug Malela dari Jauh.Subhanallah..Sungguh indah pemandangan Curug dari jauh.Bagaikan bukan di Indonesia saja.Maha besar Allah yang telah mengurus dan memelihara ciptaan-Nya dengan sangat sempurna.
                Setelah berjalan terus mendekati curug,kami melewati sawah yang pemandangannya tak kalah indah,disana ada beberapa petani yang sedang membajak sawah bersama para kerbau-kerbau yang berbadan besar.Setelah melewati Sawah,jalan setapak semakin licin dan semakin Curam.Aku sedikit repot karena harus membantu windi dan para wanita yang lainnya untuk turun.Tetapi akhirnya dengan penuh perjuangan kami sampai juga didepan curug Malela.
                Ternyata di dekat Curug ada beberapa warung yang menyuguhkan beberapa minuman hangat dan dingin serta makanan ringan sampai makanan berat.Harganya pun cukup standar.Selain itu,banyak juga para petugas perhutani yang bersiaga memantau para wisatawan Curug.Kami langsung berpencar sesampainya di Curug,Abdul dengan Erlangga,Nur dengan Novi,sedangkan aku Windi,Iyan dan Nursyiam asyik berfoto ria sambil mendekati bibir Curug.Mendekati Bibir Curug sangatlah menegangkan.Kami sampai harus membuka sepatu agar tidak terpeleset dan jatuh ke aliran sungai yang sangat deras di Curug Malela.Maklum,saat itu musim penghujan,jadi aliran air Curug Malela menjadi sangat deras.m
                Sesampainya kami di Bibir Curug,kami lumayan basah kuyup.Kami basah kuyup karena cipratan air yang jatuh dari atas mengenai batu dibawah dan memantul kearah kami.Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan.Kami terus berfoto-foto disana.Kami juga menaiki bukit yang berada di Bibir Curug.Dari atas bukit,makin kelihatan keindahan Curug Malela.Benar-benar “Permata di Ujung Bandung Barat”.Setelah dirasa cukup puas menikmati Curug malela dari dekat,kami kembali ke tempat kami menyimpan sepatu yaitu didekat warung.Kami memakai kembali sepatu kami serta bersiap untul mengisi perut yang memang sudah sangat lapar sejak tadi pagi.
Selagi kami makan,ternyata Nur dan Novi sudah selesai makan duluan.Jadi saat kami makan,mereka berdua malah menuju bibir Curug Malela untuk berfoto-foto.Setelah kami makan dan dirasa cukup kenyang.Aku mengajak Abdul dan Erlangga untuk mengunjungi Gua Curug Manglid yang tidak jauh dari Curug Malela.Kami berjalan mengikuti aliran Sungai.Jalan menuju Gua Curug Manglid tak kalah ekstrim dari jalan setapak menuju Curug Malela tadi.Bedanya jalan menuju Gua Curug Malela lebih kecil dan terlihat lebih sepi,mungkin sudah jarang orang mengunjunginya.
                Kira-kira 15 menit,akhirnya kami sampai di Gua Curug Manglid.Luar Biasa pemandangannya.Air terjun mini yang mengalir kecil dari atas yang kira-kira berketinggian 50-60 meter membuat mata kami terpelanga.Langsung kami mengambil gadget dan berfoto ria disana.Setelah dirasa cukup,kami kemudian kembali ke warung tempat windi,iyan,dan Nursyiam sedang makan.Setelah sampai di warung,kami beristirahat sejenak.Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Cimahi karena memang jam sudah menunjukan pukul 13.20.Kami berkumpul dan berkemas,tak lupa sebelum pulang,kamipun berfoto ria  untuk terakhir kalinya.
                Jika tadi saat menuju curug Malela jalan setapak yang kami lalui sejauh 1 Km semuanya menurun,berarti saat kami pulang,dan berjalan menuju parkiran,kami disuguhkan jalan setapak yang menanjak curam.Kami sampai ngos-ngosan dibuatnya.Terutama para Wanita yang terlihat sangat kelelahan.Tak ayal kami beberapa kali beristirahat karena para wanita yang menginginkan istirahat.Setelah dengan penuh perjuangan melewati tanjakan curam dari Curug ke Parkiran,akhirnya kami sampai di tempat Parkiran.Di tempat parkiran kami beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga agar kuat berkendara menuju Cimahi.
                Setelah semua dirasa siap,kami mulai menyalakan mesin motor yang sudah dingin untuk kembali mengarungi jalanan menuju Cimahi.Kami membayar parkir sebesar Rp.2000.Diperjalanan pulang,fisik kami lagi-lagi diuji dengan jalan yang super hancur lagi menuju gapura selamat datang.Beberapa kali aku nyaris terjatuh di jalanan yang penuh dengan batu.Sampai akhirnya kami sampai di Gapura selamat datang dan bergerak menuju alun-alun Rongga.
                Saat sampai di alun-alun Rongga,kami melihat kondisi awan sudah mendung pertanda akan turun hujan.Firasatku tidak enak.Akhirnya saat kami sampai di Bunijaya,hujan pun turun dengan intensitas sedang.Kami berhenti sejenak untuk memakai jas hujan.Setelah memakai jas hujan,kamipun melanjutkan perjalanan pulang.Saat jam menunjukan jam 15.00,Abdul menyarankan berhenti jika ada sebuah masjid karena dia akan sholat Ashar.Untungnya tak beberapa lama saat kami memasuki Gunung Halu,ada sebuah masjid yang di pinggirnya ada sebuah warung.Sambil Sholat kamipun sekalian beristirahat di warung tersebut.Hitung-hitung mendinginkan mesin motor juga.
                Selesai Sholat,ada kejadian yang tidak mengenakan bagi Abdul,ternyata batu akik kesayangannya hilang entah kemana.Dengan perasaan sedih,dia mengikhlaskan hilangnya batu tersebut.Setelah beristirahat dan ngemil di warung,kami melanjutkan perjalanan pulang menuju Cimahi.Tak banyak yang dibicarakan saat perjalanan pulang,mungkin karena rata-rata dari kami sudah mulai kelelahan.Akupun sesekali merenggangkan tangan dan kakiku yang terasa sangat pegal karena terus menancap gas motor.Dan aku berfikir bahwa mala mini aku akan merasakan sakit dan pegal-pegal.
                Perjalanan pulang sungguh tidak terasa,Gunung  halu,Sindang kerta,Cililin,Batujajar,dan Contong telah dilewati.Jam menunjukan pukul 17.00.saat di Contong,kamipun berpisah menuju rumah masing-masing.Aku sendiri mengantarkan terlebih dahulu pacarku windi kerumahnya.Setelah mengantarnya kerumah,aku pun mengarahkan motor kea rah rumahku.Sesampainya di rumah aku langsung memarkiran motorku,baru aku sadar ternyata motorku sangat kotor sekali.Mungkin karena medan yang ditempuh barusan fikirku.Aku langsung mandi.lalu setelahnya aku makan.Setelah makan aku tiduran berbaring di kasur,disitu badanku seras remuk,tangan,kaki dan pinggang terasa sakit semua,ditambah kepalaku yang pusing.Akhirnya aku terlelap dalam tidurku dan bangun kembali pada esoknya untuk kembali memulai hari baru.
                Rasa lelah,dan semua perjuangan yang kami lalui tidaklah sia-sia.Kami bersyukur bisa mendapat pengalaman berkunjung ke Curug Malela,kelak aku akan kembali kesana.Harapanku,semoga Curug Malela dapat dikelola dengan baik oleh pihak pemerintah,karena jika pemerintah mengelola Curug Malela dengan baik,maka potensi wisatawan akan bertingkat dan sedikit banyaknya akan membantu roda perekonomian warga setempat yang tentunya bercita-cita terlepas dari jerat kemiskinan.Terimaksaih Curug Malela,akanku ingat semu tentangmu.

LAMPIRAN-LAMPIRAN :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar