Hunting
Ke Curug Malela
Pagi itu cuaca kota Cimahi sudah
sedikit mendung pertanda hujan akan turun.Peristiwa itu sudah tidak aneh lagi
bagi kota Cimahi,karena memang sudah seminggu terakhir ini kota Cimahi memang
sering diguyur hujan.Maklum,memang saat ini memang sudah memasuki musim
penghujan.jadi aku memang sudah memperkirakan bahwa hari ini akan turun hujan.
Hari itu adalah hari Minggu
tanggal 5 Desember 2015,hari yang aku sangat nanti-nantikan sejak seminggu
kebelakang karena memang pada hari itu aku akan kembali mengeksplorasi
keindahan alam Bandung,tepatnya di Kabupaten Bandung Barat.Tujuanku kali ini
adalah suatu curug yang terletak di Kecamatan Rongga yaitu Curug Malela.Curug
ini memang menjadi trending topic pada akhir-akhir ini karena memang
Pemandangan alam curug ini memang sangatlah menakjubkan.Banyak orang juga
menyebutnya sebagai “The Little Niagara” karena memang curug ini mirip dengan
air terjun Niagara yang ada di Ontario,Kanada.Hanya saja Curug Malela ini
ukurannya lebih mini dan tidak selebar
Air Terjun Niagara.
Sebenarnya kunjunganku kali ini
sudah direncanakan sejak seminggu sebelum keberangkatan ke Curug Malela.Aku
berencana kesana bersama pacarku Windi lalu Nur
Rahmat,Erlangga,Abdul,Iyan,Novi,dan Nursyiam.Singat cerita,hari minggu pun
tiba.Rencananya kami akan berangkat pukul 07.00 pagi dari Cimahi.Tempat kami
berkumpul adalah di depan sekolah kami yaitu SMK Tutwuri Handayani Cimahi.Pukul
06.40 aku dan erlangga berangkat menuju sekolah.Diperjalanan menuju sekolah aku
mengisi bensin terlebih dahulu.Aku mengisi full bensin motorku.Aku mengisi
bensin seharga Rp.30.000.
Sesampainya disekolah,ternyata
sudah ada Abdul disana,akupun segera menjemput Windi kerumahnya.Setelah aku
menjemput windi dan kembali kesekolah,ternyata disekolah sudah ada Iyan dan
Nursyiam.Tepat pukul 07.00 kami baru berkumpul 6 orang.Tinggal Nur rahmat dan
Novi yang belum datang.Akhirnya pukul 07.15 Nur Rahmat dan Novi datang.Setelah
kita berdoa terlebih dahulu,kamipun
langsung berangkat menuju Curug Malela.
Rute awal kami adalah melalui
Contong.Kami sengaja tidak melewati Gadobangkong-Cimareme.Karena biasanya
setiap hari minggu disana selalu ada polisi yang akan mentilang pengendara yang
tidak memiliki SIM.Setelah melewati Contong,Kami memasuki Batujajar.Dari
Batujajar kami terus melaju ke arah Cililin.Kami menyebrangi beberapa sungai
yang dibawahnya mengali sungai Citarum.Setelah melewati Batujajar kamipun mulai
memasuki Cililin.
Di Cicilin,suasananya sudah
mulai sedikit pedesaan.Berbeda dengan Contong dan Batujajar Barusan.Kami terus
melaju di jalan raya Cililin menuju kearah Sindang kerta.Setelah melewati
Cililin,kami memasuki Sindang Kerta.Di Sindang Kerta kami melewati terminal
dimana banyak bis yang berhenti disana.Setelah melewati pasar yang berada di
perbatasan Sindang kerta-Gunung Halu,aku yang selalu berada di depan sebagai
penunjuk jalan memberhentikan motor di WC umum karena aku ingin buang air kecil
sekalian mendinginkan motor.10 menit
kami berhentikamipun melanjutkan perjalanan ke arah Gunung Halu.Setelah mulai
memasuki Gunung Halu,suasana sedikit mencekam.Karena selain jalan yang makin
mengecil,tak jarang banyak tebing-tebing yang curam yang sewaktu-waktu bisa
terjadi longsor.Selain itu kontur jalan yang banyak terdapat tikungan tajam
membuat kami lebih hati-hati dalam mengendarai motor.
Jalur Gunung Halu menuju Buni
Jaya cukup panjang.Kami takjub dengan pemandangan di kanan-kiri jalan.Sangatlah
indah,sulit sekali digambarkan oleh kata-kata.Setelah melewati jalan yang
berkelak-kelok di Gunung Halu,kamipun mulai memasuki Buni Jaya.Di Buni Jaya
udara mulai dingin serta jalan sudah mulai banyak yang tidak mulus lagi.di Buni
Jaya aku lebih takjub dengan pemandangan alamnya.Walaupun jalan benar-benar makin
mengecil dan mulai banyak jalan yang berlubang,berbatu dan becek,tapi
pemandangan alamnya bisa disebut juara,
Dari Bunijaya menuju Rongga
dikiri-kanan pemandangan sangat indah,kami disuguhkan perkebunan teh Montaya
yang memanjang disepanjang perjalanan menuju Rongga.Menuju Rongga benar-benar
menguras tenaga,jalan raya benar-benar makin mengecil.Aku tidak prcaya jika itu
adalah jalan utama disana.Di daerah Bunijaya juga terdapat banyak sekali
pohon-pohon tinggi besar menjulang dikiri-kanan jalan menuju Rongga.
Makin dekat dengan Rongga,jalan semakin rusak parah,aku menanyakan ke seorang ibu penjaga warung masih jauhkah Curug Malela ? ibu itu menjawab tinggal 1 jam lagi katanya.Selepas dari warung si Ibu,kami menemui satu aliran sungai yang cukup besar dan deras aliran airnya.Aku sudah mengira bahwa aliran sungai itu adalah aliran sungai Curug Malela.Kami terus mengikuti aliran sungai tersebut sampai akhirnya kami melewati Jembatan yang menyebrangi sungai tersebut.Setelah 35 menit berkendara dari warung si ibu tadi,kami kembali menemui kebun teh Montaya.Dan disana juga terpampang plang penunjuk arah menuju Curug Malela,dari plang tersebut Curug Malela hanya tinggal 5,5 Km.Setelah melewati jalan kecil kea rah Curug Malela,akhirnya kami pun sampai di suatu Gapura yang bertuliskan “Selamat datang di Curug Malela”.
Makin dekat dengan Rongga,jalan semakin rusak parah,aku menanyakan ke seorang ibu penjaga warung masih jauhkah Curug Malela ? ibu itu menjawab tinggal 1 jam lagi katanya.Selepas dari warung si Ibu,kami menemui satu aliran sungai yang cukup besar dan deras aliran airnya.Aku sudah mengira bahwa aliran sungai itu adalah aliran sungai Curug Malela.Kami terus mengikuti aliran sungai tersebut sampai akhirnya kami melewati Jembatan yang menyebrangi sungai tersebut.Setelah 35 menit berkendara dari warung si ibu tadi,kami kembali menemui kebun teh Montaya.Dan disana juga terpampang plang penunjuk arah menuju Curug Malela,dari plang tersebut Curug Malela hanya tinggal 5,5 Km.Setelah melewati jalan kecil kea rah Curug Malela,akhirnya kami pun sampai di suatu Gapura yang bertuliskan “Selamat datang di Curug Malela”.
Dari Gapura,kami membeli tiket
masuk ke Curug Malela.Kami membeli tiket kepada petugas Perhutani yang menjaga
dan merawat Curug Malela.Harga tiket masuk hanya sebesar Rp.5000.Setelah
membeli tiket,kami menanyakan seberapa jauh lagi Curug Malela? Seorang petugas
memberitahu bahwa hanya tinggal 2 Km.Jalan menuju Curug Malela selepas dari
Gapura benar-benar hancur dan rusak parah,banyak tanjakan disertai jalan yang
berlubang dan berbatu.Selain itu hujan yang mungkin kemarin mengguyur daerah
itu membuat banyak sekali jalan yang tergenang sehingga menghasilkan jalan yang
berlumpur dan membuat jalan yang kami lewati menjadi sangat licin.
Motor kami saat itu benar-benar
diuji ketahanannya.Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3-4 Jam,motor kami
kali ini harus menaklukan ekstrimnya jalan menuju Curug Malela dari Gapura
Selamat Datang.Tak jarang pacarku windi harus turun karena aku tak sanggup
mengemudikan motor jika melewati jalan menanjak sekaligus licin berlumpur.Tak
jarang aku nyaris jatuh dan tergelincir saat itu.Sampai akhirnya ada dari salah
satu teman kami yaitu Iyan dan Nursyiam tergelincir di jalan menurun dan
licin.Untunglah tidak terjadi cedera apapun dan Motornya pun tidak Rusak.
Setelah melewati jalan yang
amaaat sangaat hancur parah sejauh2-3 Km,kami sampai di tempat yang terdapat
motor terparkir disana.Ternyata itu adalah parkiran Curug Malela.Ada mungkin
sekitar 10 motor disana.Mungkin karena masih jam set.12 siang para pengunjung
masih sedikit.Kami pun memarkirkan motor kami masing-masing disana.Motorku pun
saat akan aku kunci ganda,sangat jelas terasa aura panas dari mesin
motorku.Motorku sudah sangat panas saat itu.Setelah istirahat selama 1o menit,kami
melanjutkan perjalanan dengan berkalan kaki menuju Curug Malela.
Kami berjalan menyusuri jalan
setapak yang cukup curam.Kami berjalan kurang lebih 1 Km menuju lokasi Curug
Malela.Jalan setapak yang kami lalui sangat curam.Jalannya terus menurun.Bukan
hanya itu saja,jalan yang basah akibat hujan kemarin memperparah kondisi
jalan.Tak Jarang kami nyaris terpeleset dan jatuh.Perlu kehati-hatian ekstra
dalam menyusuri jalan setapak ini.Setelah 15 menit berjalan,mulailah kelihatan
Curug Malela dari Jauh.Subhanallah..Sungguh indah pemandangan Curug dari
jauh.Bagaikan bukan di Indonesia saja.Maha besar Allah yang telah mengurus dan
memelihara ciptaan-Nya dengan sangat sempurna.
Setelah berjalan terus mendekati
curug,kami melewati sawah yang pemandangannya tak kalah indah,disana ada
beberapa petani yang sedang membajak sawah bersama para kerbau-kerbau yang
berbadan besar.Setelah melewati Sawah,jalan setapak semakin licin dan semakin
Curam.Aku sedikit repot karena harus membantu windi dan para wanita yang lainnya
untuk turun.Tetapi akhirnya dengan penuh perjuangan kami sampai juga didepan
curug Malela.
Ternyata di dekat Curug ada
beberapa warung yang menyuguhkan beberapa minuman hangat dan dingin serta
makanan ringan sampai makanan berat.Harganya pun cukup standar.Selain
itu,banyak juga para petugas perhutani yang bersiaga memantau para wisatawan
Curug.Kami langsung berpencar sesampainya di Curug,Abdul dengan Erlangga,Nur
dengan Novi,sedangkan aku Windi,Iyan dan Nursyiam asyik berfoto ria sambil
mendekati bibir Curug.Mendekati Bibir Curug sangatlah menegangkan.Kami sampai
harus membuka sepatu agar tidak terpeleset dan jatuh ke aliran sungai yang
sangat deras di Curug Malela.Maklum,saat itu musim penghujan,jadi aliran air
Curug Malela menjadi sangat deras.m
Sesampainya kami di Bibir
Curug,kami lumayan basah kuyup.Kami basah kuyup karena cipratan air yang jatuh
dari atas mengenai batu dibawah dan memantul kearah kami.Sungguh pengalaman
yang sangat mengesankan.Kami terus berfoto-foto disana.Kami juga menaiki bukit
yang berada di Bibir Curug.Dari atas bukit,makin kelihatan keindahan Curug
Malela.Benar-benar “Permata di Ujung Bandung Barat”.Setelah dirasa cukup puas
menikmati Curug malela dari dekat,kami kembali ke tempat kami menyimpan sepatu
yaitu didekat warung.Kami memakai kembali sepatu kami serta bersiap untul
mengisi perut yang memang sudah sangat lapar sejak tadi pagi.
Selagi
kami makan,ternyata Nur dan Novi sudah selesai makan duluan.Jadi saat kami
makan,mereka berdua malah menuju bibir Curug Malela untuk berfoto-foto.Setelah
kami makan dan dirasa cukup kenyang.Aku mengajak Abdul dan Erlangga untuk
mengunjungi Gua Curug Manglid yang tidak jauh dari Curug Malela.Kami berjalan
mengikuti aliran Sungai.Jalan menuju Gua Curug Manglid tak kalah ekstrim dari
jalan setapak menuju Curug Malela tadi.Bedanya jalan menuju Gua Curug Malela
lebih kecil dan terlihat lebih sepi,mungkin sudah jarang orang mengunjunginya.
Kira-kira 15 menit,akhirnya kami
sampai di Gua Curug Manglid.Luar Biasa pemandangannya.Air terjun mini yang mengalir
kecil dari atas yang kira-kira berketinggian 50-60 meter membuat mata kami
terpelanga.Langsung kami mengambil gadget dan berfoto ria disana.Setelah dirasa
cukup,kami kemudian kembali ke warung tempat windi,iyan,dan Nursyiam sedang
makan.Setelah sampai di warung,kami beristirahat sejenak.Akhirnya kami
memutuskan untuk pulang ke Cimahi karena memang jam sudah menunjukan pukul
13.20.Kami berkumpul dan berkemas,tak lupa sebelum pulang,kamipun berfoto
ria untuk terakhir kalinya.
Jika tadi saat menuju curug
Malela jalan setapak yang kami lalui sejauh 1 Km semuanya menurun,berarti saat
kami pulang,dan berjalan menuju parkiran,kami disuguhkan jalan setapak yang
menanjak curam.Kami sampai ngos-ngosan dibuatnya.Terutama para Wanita yang
terlihat sangat kelelahan.Tak ayal kami beberapa kali beristirahat karena para
wanita yang menginginkan istirahat.Setelah dengan penuh perjuangan melewati
tanjakan curam dari Curug ke Parkiran,akhirnya kami sampai di tempat
Parkiran.Di tempat parkiran kami beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga agar
kuat berkendara menuju Cimahi.
Setelah semua dirasa siap,kami
mulai menyalakan mesin motor yang sudah dingin untuk kembali mengarungi jalanan
menuju Cimahi.Kami membayar parkir sebesar Rp.2000.Diperjalanan pulang,fisik
kami lagi-lagi diuji dengan jalan yang super hancur lagi menuju gapura selamat
datang.Beberapa kali aku nyaris terjatuh di jalanan yang penuh dengan
batu.Sampai akhirnya kami sampai di Gapura selamat datang dan bergerak menuju
alun-alun Rongga.
Saat sampai di alun-alun
Rongga,kami melihat kondisi awan sudah mendung pertanda akan turun
hujan.Firasatku tidak enak.Akhirnya saat kami sampai di Bunijaya,hujan pun
turun dengan intensitas sedang.Kami berhenti sejenak untuk memakai jas
hujan.Setelah memakai jas hujan,kamipun melanjutkan perjalanan pulang.Saat jam
menunjukan jam 15.00,Abdul menyarankan berhenti jika ada sebuah masjid karena
dia akan sholat Ashar.Untungnya tak beberapa lama saat kami memasuki Gunung
Halu,ada sebuah masjid yang di pinggirnya ada sebuah warung.Sambil Sholat
kamipun sekalian beristirahat di warung tersebut.Hitung-hitung mendinginkan
mesin motor juga.
Selesai Sholat,ada kejadian yang
tidak mengenakan bagi Abdul,ternyata batu akik kesayangannya hilang entah
kemana.Dengan perasaan sedih,dia mengikhlaskan hilangnya batu tersebut.Setelah
beristirahat dan ngemil di warung,kami melanjutkan perjalanan pulang menuju
Cimahi.Tak banyak yang dibicarakan saat perjalanan pulang,mungkin karena
rata-rata dari kami sudah mulai kelelahan.Akupun sesekali merenggangkan tangan
dan kakiku yang terasa sangat pegal karena terus menancap gas motor.Dan aku
berfikir bahwa mala mini aku akan merasakan sakit dan pegal-pegal.
Perjalanan pulang sungguh tidak
terasa,Gunung halu,Sindang
kerta,Cililin,Batujajar,dan Contong telah dilewati.Jam menunjukan pukul
17.00.saat di Contong,kamipun berpisah menuju rumah masing-masing.Aku sendiri
mengantarkan terlebih dahulu pacarku windi kerumahnya.Setelah mengantarnya
kerumah,aku pun mengarahkan motor kea rah rumahku.Sesampainya di rumah aku
langsung memarkiran motorku,baru aku sadar ternyata motorku sangat kotor
sekali.Mungkin karena medan yang ditempuh barusan fikirku.Aku langsung
mandi.lalu setelahnya aku makan.Setelah makan aku tiduran berbaring di
kasur,disitu badanku seras remuk,tangan,kaki dan pinggang terasa sakit
semua,ditambah kepalaku yang pusing.Akhirnya aku terlelap dalam tidurku dan
bangun kembali pada esoknya untuk kembali memulai hari baru.
Rasa lelah,dan semua perjuangan
yang kami lalui tidaklah sia-sia.Kami bersyukur bisa mendapat pengalaman
berkunjung ke Curug Malela,kelak aku akan kembali kesana.Harapanku,semoga Curug
Malela dapat dikelola dengan baik oleh pihak pemerintah,karena jika pemerintah
mengelola Curug Malela dengan baik,maka potensi wisatawan akan bertingkat dan
sedikit banyaknya akan membantu roda perekonomian warga setempat yang tentunya
bercita-cita terlepas dari jerat kemiskinan.Terimaksaih Curug Malela,akanku
ingat semu tentangmu.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
:


